Postingan

Yang Pernah Aku Tinggali

Aku pernah membayangkan hidup bersamanya. Tidak ramai, tidak besar— hanya hidup yang terasa cukup. Waktu itu, aku merasa dicintai. Dengan cara yang tenang, dengan perlakuan yang membuatku tidak ragu. Aku percaya, karena aku merasakannya. Lalu jarak hadir. Hari-hari menjadi sibuk, dan aku mulai berdiri sendiri. Ia tetap punya dunianya, sementara aku perlahan belajar menunggu. Aku tidak ditinggalkan dengan kata-kata, hanya dengan rasa tidak lagi ditempatkan. Aku pergi bukan karena cintaku habis. Aku pergi karena aku lelah menjadi hati yang terus bertahan. Keputusan itu menyakitkan. Aku tidak sepenuhnya siap, tapi aku tahu aku harus memilih diriku sendiri. Hidup itu pernah aku cintai dengan sepenuh hati. Kini aku membiarkannya tinggal sebagai bagian dari masa lalu, sementara aku melangkah ke depan, membawa pelajarannya.

Bentala dan Bumantara

 Bentala dan Bumantara tak akan pernah menjadi Amorfati ,   mereka Aksa dan akan selamanya menjadi Enigma . pamit paling sopan, tapi tetap sakit karena isinya tentang perpisahan.

sebab bukan dia yang ku mau

 Aku berusaha lari berkali-kali tapi saat kuberhasil melangkah pergi paru-paruku sesak karena represi kau tak bisa datang dan pergi dari diriku hidupku terlalu berharga mewujud dalam diriku jika cuma jadi pilihanmu kau bawa pergi matahari dipagi hari dan kau bawa pulang bulan malam hari kurindu kepadamu tapi kau merindu  seorang yang bukan aku kutepis siapa pun yang menginginkanku sebab bukan dia yang ku mau

Berharap Lebih

Gambar
Malam itu.... Pertemuan tak sengaja saat itu adalah hal yang aku harapkan menjadi kisah yang panjang untuk aku ceritakan. Ternyata tidak demikian. Kamu, apa kabar?. Aku harap kamu selalu baik-baik saja. Bagaimana perasaan kamu sekarang?. Kalimat yang selalu kamu tanyakan setiap hari saat kita bersama. Sejak saat itu. Hal yang aku ingat dari kamu adalah... Kamu tidak pernah lupa untuk bertemu denganku dengan kesibukanmu. iya! Kamu! Lelaki yang aku harap menjadi bagian untukku ternyata bukan sepenuhnya milikku. arti kata cukup ternyata hanya persinggahan yang aku terima darimu. tidak! aku tidak menyalahkanmu,  hanya saja, persinggahan kemarin membuat aku merasa " kamu bisa meniru cahaya-ku, tapi bukan kamu cahaya itu".  Kamu tau? singgah penuh harap ini, membuatku ingin sekali bertemu dan justru aku yang ingin meniggalkanmu, bukan kamu. Aku terlalu hanyut dalam kisah yang kau buat untukku. Sampai lupa rasa sakit saat kamu menghilang tanpa kabar. Jariku terlalu berat untuk seked...

Menepi Sejenak

Gambar
Kalo hari ini kamu lagi cape, lagi nggak baik-baik aja., gak papa, cape tau harus pura-pura kuat, orang lain taunya kita selalu bahagia, orang lain gak akan tau kita sedang berjuang untuk sembuh, padahal kita sedang hancur-hancurnya, sedang dihadapkan banyak kehilangan dihantui banyak tuntutan menepi sejenak, menyendiri, dan menenangkan diri sendiri, selalu menjadi opsi menyenangkan untuk kita ketika sedang ditikam kenyataan, bahwa hidup nggak selalu tentang hal yang membahagiakan, melihat langit sore, dengan secangkir teh sambil menulis adalah ketika semua sedang tidak baik-baik saja, ketika pundak menopang kenyataan yang ada, kita gak harus selalu kuat kok, kita berhak menolak hal- hal yang menyakitkan, kita juga manusia,  punya fase lemah, gak papa kamu gak harus selalau ada untuk orang lain  tapi kamu harus ada untuk diri kamu sendiri jangan dipaksakan untuk kuat, gak papa sesekali terlihat rapuh, agar orang-orang tau bahwa kamu bukan manusia yang selalu banyak energi, izi...

Desember sesi ini

Gambar
Untukmu Desember, Pertemuanku denganmu tahun lalu, Sedikit membuat hati merasa tinggi, kembalinya sesuatu yang lama ditangisi, Kali ini, Selamat datang kembali, ku harap tidak ada lagi yang membuat tinggi hati, dalam Desember sesi ini, cukup bagiku memulai kisah baru, 1 Desember 2023

Dalam bait yang bukan aku harapkan

Dear Neptunus, Pertamakali aku bertemu dengannya adalah hal yang aku semogakan, pertemuan tak sengaja, kepribadiannya yang menarik perhatianku selama ini, membuatku jauh ingin mengenalnya. sangat jauh, sampai sulit aku untuk menemukan bahwa dia akan menjadi milikku. waktu berjalan begitu cepat, aku mengaguminya tanpa dia tahu, cara berfikir dia, cara dia tersenyum dan wangi yang selalu jadi pusat perhatian orang sekitarnya. aku mengenalnya hanya sebatas teman tanpa dia tahu bahwa aku mengaguminya. seiring berjalannya waktu kita dekat dalam situasi yang mungkin sudahku ceritakan di episode sebelumnya. kami dekat, mungkin bisa dibilang cukup dekat. sampai pada akhirnya aku mengetahui bahwa dia mempunyai seseorang yang sudah lama dekat dengannya. singkatnya, aku memutuskan untuk tidak menghubunginya kembali, aku takut. 1 tahun berlalu aku tak menghubunginya, sampai dimana ternyata kita saling mencari satu sama lain. namun hal yang aku takuti dalam dirinya masih selalu ada dalam pikiranku,...