Yang Pernah Aku Tinggali


Aku pernah membayangkan hidup bersamanya.

Tidak ramai, tidak besar—

hanya hidup yang terasa cukup.


Waktu itu, aku merasa dicintai.

Dengan cara yang tenang,

dengan perlakuan yang membuatku tidak ragu.

Aku percaya, karena aku merasakannya.


Lalu jarak hadir.

Hari-hari menjadi sibuk,

dan aku mulai berdiri sendiri.

Ia tetap punya dunianya,

sementara aku perlahan belajar menunggu.


Aku tidak ditinggalkan dengan kata-kata,

hanya dengan rasa

tidak lagi ditempatkan.


Aku pergi bukan karena cintaku habis.

Aku pergi karena aku lelah

menjadi hati yang terus bertahan.


Keputusan itu menyakitkan.

Aku tidak sepenuhnya siap,

tapi aku tahu aku harus memilih diriku sendiri.


Hidup itu pernah aku cintai dengan sepenuh hati.

Kini aku membiarkannya tinggal sebagai bagian dari masa lalu,

sementara aku melangkah ke depan,

membawa pelajarannya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

sebab bukan dia yang ku mau

Maret Yang Terlalui